nurlita sari
Selasa, 18 Agustus 2015
Selasa, 26 Mei 2015
cukup terimakasih
Malam ini, ribuan vidio kembali terputar berkelebat di rona pikiranku.
terselip senyum kepahitan, seakan bekas terperihkan masih menyata.
terimakasihku untuk setiap asa butiran keindahan yg terlanjur sudah kau berikan dlm pengharapanku.
terimakasihku atas semua curahan air mata kerinduan untuk sebuah kepalsuan.
terimakasihku bagi sedikit waktu yg kau berikan hingga ku melayang menanarkan ini semua nyata termasuk kau.
terimakasih telah datang menghiasi hariku lalu menghilang sesuai hembusan sang angin.
terimakasih keberadaanmu sesaat lenyap menyatu dengan bumi.
terimakasih penghiburanmu membuatku lelap seketika engkau meniada.
Terimakasih sudah membuatku melayang tinggi dlm buaian harapan dan terjatuh dlm kenyataan.
terimakasih engkau mendekat seakan enggan melepasku dan kini engkah pergi dg jauh.
terimakasih engkau mampu berperan seolah peduli akan hidupku dan nyatanya kau acuh berbahagia dg wanitamu.
cukupkah terimakasihku ini..
terselip senyum kepahitan, seakan bekas terperihkan masih menyata.
terimakasihku untuk setiap asa butiran keindahan yg terlanjur sudah kau berikan dlm pengharapanku.
terimakasihku atas semua curahan air mata kerinduan untuk sebuah kepalsuan.
terimakasihku bagi sedikit waktu yg kau berikan hingga ku melayang menanarkan ini semua nyata termasuk kau.
terimakasih telah datang menghiasi hariku lalu menghilang sesuai hembusan sang angin.
terimakasih keberadaanmu sesaat lenyap menyatu dengan bumi.
terimakasih penghiburanmu membuatku lelap seketika engkau meniada.
Terimakasih sudah membuatku melayang tinggi dlm buaian harapan dan terjatuh dlm kenyataan.
terimakasih engkau mendekat seakan enggan melepasku dan kini engkah pergi dg jauh.
terimakasih engkau mampu berperan seolah peduli akan hidupku dan nyatanya kau acuh berbahagia dg wanitamu.
cukupkah terimakasihku ini..
Senin, 25 Mei 2015
cenderung
Aku cenderung ada untuk keberadaan
aku cenderung ada untuk kesatuan
aku cenderung ada untuk persinggahan
aku cenderung ada untuk melepas peluh
aku cenderung ada untuk menemanimu
aku cenderung ada untuk sekedar menerima
aku cenderung ada untuk terdiam
Dan sekarang, bolehkah aku menjadi sebuah aku yang mengakukan aku?
aku cenderung ada untuk kesatuan
aku cenderung ada untuk persinggahan
aku cenderung ada untuk melepas peluh
aku cenderung ada untuk menemanimu
aku cenderung ada untuk sekedar menerima
aku cenderung ada untuk terdiam
Dan sekarang, bolehkah aku menjadi sebuah aku yang mengakukan aku?
untuk arti sebuah keberadaan
Aku menghitung, ada ribuan bintang diatas sana.
berkejaran saling menorehkan sinarnya.
aku berhitung, ada ribuan ombak dikelakar pantai putih.
bersautan saling menggulung asa.
menggeliat, mencerna isi keduniawian.
aku ada terlihat ada di dalam sana.
terhitung menjadi satu kesatuan keberadaan.
memandang, menorehkan kejemuan. Mencari langit, mendalami lautan, menapaki daratan, menyelami isi bumi.
untuk arti sebuah keberadaan..
berkejaran saling menorehkan sinarnya.
aku berhitung, ada ribuan ombak dikelakar pantai putih.
bersautan saling menggulung asa.
menggeliat, mencerna isi keduniawian.
aku ada terlihat ada di dalam sana.
terhitung menjadi satu kesatuan keberadaan.
memandang, menorehkan kejemuan. Mencari langit, mendalami lautan, menapaki daratan, menyelami isi bumi.
untuk arti sebuah keberadaan..
Minggu, 24 Mei 2015
kembali
Terkadang aku memilih pergi untuk kembali..
terkadang aku memilih lari dari kenyataan..
bahkan terkadang aku memilih menghilang melebur dalam kenangan..
berlarian, berkelana, berkeliaran, memecah kepenatan yang menyatu dengan kelekar hingar bingar eksistensi manusia..
aku ingin terus berlari, mengejar akan apa yang akupun tak dapat memahaminya..
secuil harapan cenderung memupus sinar rembulan..
kembaliku terdiam, menikmati kala detik per detik berdenting...
aku kembali.
terkadang aku memilih lari dari kenyataan..
bahkan terkadang aku memilih menghilang melebur dalam kenangan..
berlarian, berkelana, berkeliaran, memecah kepenatan yang menyatu dengan kelekar hingar bingar eksistensi manusia..
aku ingin terus berlari, mengejar akan apa yang akupun tak dapat memahaminya..
secuil harapan cenderung memupus sinar rembulan..
kembaliku terdiam, menikmati kala detik per detik berdenting...
aku kembali.
Selasa, 17 September 2013
....
mungkin aku terlalu bodoh terkadang akupun terlalu penuh khayal akanmu.
terkadang akupunnterlalu naif, berharap apa yg ada dalam imajiku benar terjadi..
kamu, ya kamu... entah arahmu kemana, aku lelah meraihnya..
tiada satupun arah utkku, apa kamu benar2 bisa menyata utkku atau hny menjadikanku persinggaham dkala letih...?
satu hal yg membuatku sakit, terkondisi dalam keadaan yg menyakitkan, dan itu karenamu mauku..
terkadang akupunnterlalu naif, berharap apa yg ada dalam imajiku benar terjadi..
kamu, ya kamu... entah arahmu kemana, aku lelah meraihnya..
tiada satupun arah utkku, apa kamu benar2 bisa menyata utkku atau hny menjadikanku persinggaham dkala letih...?
satu hal yg membuatku sakit, terkondisi dalam keadaan yg menyakitkan, dan itu karenamu mauku..
17 september
bunga dilambangkan sebagai kebahagiaan..
sedangkan aku hanyalah seonggok bayangan..
dalam bayangan aku dapat memberikan sekuntum bunga, tapi dalam nyata itu hanya berkelebat dalam bayangan..
17 september, berkurang usiamu ddunia ini.. dan aku berbahagia utkmu,memulai dg doa dan senyuman..
tadinya aku pikir aku dapat memberimu sedikit kebHAGiaan bagai sang bayangAn, mungkin jadi bagian kecil kebahagiaanmu dsana tapi harapanku semu hanya jadi bagian sang bayangan, tak tersentuh dg harapan malah menghilang dalam kelam..
sedangkan aku hanyalah seonggok bayangan..
dalam bayangan aku dapat memberikan sekuntum bunga, tapi dalam nyata itu hanya berkelebat dalam bayangan..
17 september, berkurang usiamu ddunia ini.. dan aku berbahagia utkmu,memulai dg doa dan senyuman..
tadinya aku pikir aku dapat memberimu sedikit kebHAGiaan bagai sang bayangAn, mungkin jadi bagian kecil kebahagiaanmu dsana tapi harapanku semu hanya jadi bagian sang bayangan, tak tersentuh dg harapan malah menghilang dalam kelam..
Langganan:
Postingan (Atom)
